Nama : Ryan A.M.T. Sidabalok
NIM : 01102318
Saya akan menjelaskan topic untuk paper saya adalah ilmu pengetahuan dan dampaknya terhadap kehidupan. Ilmu pengetahuan yang terdapat didunia ini ada berbagai macam, dan ilmu pengetahuan itu semuanya berbeda dan mempunyai pengertian tersendiri. Saat ini saya membahas tentang ilmu pengetahuan yang bersifat alamiah, atau yang akrab kita mengenalnya dengan sebutan ilmu alamiah dasar. Ilmu alamiah dasar Merupakan ilmu yang mempermasalahkan struktur dan berlangsungnya dunia alam, dimana manusia pun diaanggap sebagai bagian dari alam itu sendiri. Lingkungan hidup meliputi sejumlah kondisi ekstern di sekitar organisme yang ikut serta secara dekat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme yang bersangkutan. Selain itu juga Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Disini saya akan menjelaskan tentang pestisida yang merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Indonesia merupakan salah satu dari berbagai negara yang menggunakan pestisida, Indonesia merupakan negara yang memiliki tanah yang subur. Pertanian merupakan salah satu sumber pencaharian bagi masyarakat.Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi persaingan menjadi semakin besar untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan cara yang mudah.
Penggunaan pestisida menjadi alternatif yang banyak digunakan petani untuk memperoleh kemudahan dan hasil yang maksimal. Selain itu pestisida juga digunakan petani sebagai perlindungan untuk tumbuhan mereka agar terlindung dari serangan hama penyakit. Penggunaan pestisida untuk memperoleh hasil yang maksimal menjadi suatu dilema. Disatu sisi penggunaan pestisida dapat memaksimalkan hasil panen namun disisi lain menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Pestisida dapat mencemari tanah dan juga mencemari air tanah. Air tanah tersebut menjadi sumber air bersih yang digunakanmasyarakat sekitar. Pencemaran air tanah tersebut akan mengakibatkan menurunnya kualitas air tanah dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama, dan Pestisida merupakan bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide("pembasmi"). Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Dari uraian diatas pestisida dapat menguntungkan manusia dalam hal pemberantasan hama yang mengganggu tanaman manusia. Dan pestisida juga dapat merugikan apabila digunakan secara berlebihan. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa apa-apa yang ada dibumi dan seisinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Adapun seisi bumi tersebut terdapat makhluk hidup dan benda mati. Makhluk hidup juga beragam adanya, ada tumbuhan, hewan, dan manusia. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk yang lain. Meski begitu manusia tidaklah selalu baik sama halnya dengan hewan yang ada disekitarnya, hewan ada yang menguntungkan dan yang merugikan bagi manusia.
Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman.Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman, khususnya untuk pertanian dan kehutanan pada tahun 2008 hingga kwartal I tercatat 1702 formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya. Sedangkan bahan aktif yang terdaftar telah mencapai 353 jenis. Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu, pestisida adalah sebagai alternatif terakhir. Dan belajar dari pengalaman, Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida . Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya. Menyikapi hal ini, yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida secara aman dan benar. Aman terhadap diri dan lingkungannya, benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida, tepat cara aplikasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat takaran).
Selain Pestisida mempunyai peranan penting didalam membasmi hama penyakit didalam dunia pertanian, pestisida juga mempunyai peranan didalam dunia kehutanan, kesehatan, dan rumah tangga. Dalam bidang kehutanan terutama untuk pengawetan kayu dan hasil hutan yang lainnya, dalam bidang kesehatan dan rumah tangga untuk mengendalikan vektor (penular) penyakit manusia dan binatang pengganggu kenyamanan lingkungan, dalam bidang perumahan terutama untuk pengendalian rayap atau gangguan serangga yang lain. Di Indonesia pestisida yang sering digunakan adalah pestisida darigolongan hidrokarbon berklor seperti DDT, endrin, aldrin, dieldrin,heptaklor dan gamma BHC. Dampak penggunaan pestisida tidak akanterlihat langsung, namun akan terasa pada tahun-tahun akan datang.Beberapa pestisida telah diteliti dapat bersifatcarsinogenic agent,mutagenic agent, teratogenic agent dan menimbulkan penyakit. Selain itupestisida dapat menyebabkan pengaruh resisten pada tumbuhan / hama pengganggu
Penggunaan pestisida kimia yang diberikan tanpa pertimbanganlingkungan menimbulkan dampak buruk bagi ekosistem maupun kesehatanmanusia. Ekosistem dan habitat makhluk hidup terganggu karena pestisidakimia yang diberikan tidak hanya mematikan hama sasaran. Tetapi, jugabinatang lain yang berfungsi sebagai predator dan pengendali lingkungan. Hal ini menyebabkan timbulnya serangan hama terus menerus danterbentuknya hama yang resisten terhadap pestisida kimia. Pestisida juga dapat mengubah perilaku dan morfologi pada hewan. Selain itu dapat meracuni dan membunuh biota laut seperti fitoplankton. Matinya fitoplankton berpengaruh pada rantai makanan sehinggamenyebabkan ekosistem air terganggu. Selain itu juga dapat menyebabkan kematian pada ikan. Menurut Schaller (1993), beberapa dampak negatif dari pertanian konvensional adalah :
(1)Pencemaran air tanah dan air permukaan oleh bahan kimia pertanian;
(2) Membahayakan kesehatan manusia dan hewan. Baik karena pestisidakimia maupun bahan aditif pakan;
(3) Pengaruh negatif senyawa kimia pada mutu dan kesehatan makanan;
(4) Penurunan keanekaragaman hayati termasuk sumber genetik flora danfauna yang merupakan modal utama pertanian berkelanjutan (sustainableagriculture);
(5) Meningkatnya daya tahan (resistent) organisme pengganggu terhadappestisida kimia;
(6) Merosotnya daya produktivitas lahan karena erosi, pemadatan lahan, danberkurangnya bahan organik;
(7) Ketergantungan yang makin kuat terhadap sumber daya alam yang tidak terbaharui (non-renewable natural resources);
(8) Risiko kesehatan dan keamanan manusia pelaku pekerja pertanian.
Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatanpertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhanair, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisimereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati,dan aktivitas bakteri menurun. Pestisida merupakan racun yang bersifat bioakumulatif sehinggadapat terakumulasi pada rantai makanan. Pestisida dapat terkonsentrasi pada organisme tertentu namun dampak lebih berbahaya bagi manusia. Konsumsi sayuran yang disemprot pestisida seta air tanah yang tercemar pestisida mengakibatkan pestisida terakumulasi dalam tubuh dan bersifat karsinogenik. Penggunaan pestisida yang berlebihan atau penanganan hama danpenyakit yang kurang tepat akan berpotensi mencemari lingkungan, sepertipenggunaan pestisida yang residunya dapat menimbulkan endocrinedisrupting activities (EDs) atau gangguan pada sistem endokrin (hormonreproduksi) pada manusia (Sutrisno dkk, 2009).
Beberapa jenis penyakit yang telah diteliti dapat diakibatkan oleh pengaruh samping penggunaan senyawa pestisida antara lain leukemia, myaloma ganda, lymphomas,sarcomas jaringan lunak, kanker prostae, kanker kulit, kanker perut,melanoma, penyakit otak, penyakit hati, kanker paru, tumor syaraf danneoplasma indung telur. Selain dari pada itu, beberapa senyawa pestisida telah terbukti dapat menjadi faktor "carsinogenic agent" baik pada hewan dan manusia (Saening dan Hipi). Belakangan ini petani mulai beralih ke pertanian organik. Padadasarnya pertanian organik ini menganut sistem pengembalian yang berarti mengembalikan semua bahan organik yang dihasilkan ke dalam tanah. Baik dalam bentuk limbah pertanaman maupun ternak. Bahan organik iniselanjutnya dapat terurai menjadi unsur hara organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengembalikan keseimbangan unsur hara dalam tanah.Residu bahan kimia pada pertanian intensif dapat menimbulkandampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain alasan kesehatan pertanian organik ini juga diyakini ramah lingkungan karena meminimalkan bahkantidak menggunakan bahan kimia dalam proses produksi. Keuntungan dari sistem pertanian organik selain meningkatkankesuburan tanah dan produksi tanaman maupun ternak yaitu mampumendukung keseimbangan ekosistem. Dari segi ekonomi dapat mengurangi biaya penggunaan bahan-bahan kimia seperti pupuk dan pestisida. Produk organik seperti buah, sayuran, dan beras juga memiliki harga yang lebihtinggi bila dibandingkan dengan produk pertanian intensif atau kimia.Penggunaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia telahmampu meningkatkan hasil produksi dalam jangka waktu yang singkat.Terkadang hasil yang diperoleh menjadi maksimal dan pemberantasan hama secara terpadu dapat mengurangi dampak serangan hama yang semakin meningkat akibat penggunaan pestisida kimia sebelumnya.
Dibawah ini ada beberapa dampak negative dari pestisida, antaralain:
- Tanaman yang diberi pestisida dapat menyerap pestisida yang kemudian terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah. Pestisida yang sukar terurai akan berkumpul pada hewan pemakan tumbuhan tersebut termasuk manusia. Secara tidak langsung dan tidak sengaja, tubuh mahluk hidup itu telah tercemar pestisida. Bila seorang ibu menyusui memakan makanan dari tumbuhan yang telah tercemar pestisida maka bayi yang disusui menanggung resiko yang lebih besar untuk teracuni oleh pestisida tersebut daripada sang ibu. Zat beracun ini akan pindah ke tubuh bayi lewat air susu yang diberikan. Dan kemudian racun ini akan terkumpul dalam tubuh bayi (bioakumulasi).
- Pestisida yang tidak dapat terurai akan terbawa aliran air dan masuk ke dalam sistem biota air (kehidupan air). Konsentrasi pestisida yang tinggi dalam air dapat membunuh organisme air diantaranya ikan dan udang. Sementara dalam kadar rendah dapat meracuni organisme kecil seperti plankton. Bila plankton ini termakan oleh ikan maka ia akan terakumulasi dalam tubuh ikan. Tentu saja akan sangat berbahaya bila ikan tersebut termakan oleh burung-burung atau manusia. Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah turunnya populasi burung pelikan coklat dan burung kasa dari daerah Artika sampai daerah Antartika. Setelah diteliti ternyata burung-burung tersebut banyak yang tercemar oleh pestisida organiklor yang menjadi penyebab rusaknya dinding telur burung itu sehingga gagal ketika dierami. Bila dibiarkan terus tentu saja perkembangbiakan burung itu akan terhenti, dan akhirnya jenis burung itu akan punah.
- Ada kemungkinan munculnya hama spesies baru yang tahan terhadap takaran pestisida yang diterapkan. Hama ini baru musnah bila takaran pestisida diperbesar jumlahnya. Akibatnya, jelas akan mempercepat dan memperbesar tingkat pencemaran pestisida pada mahluk hidup dan lingkungan kehidupan, tidak terkecuali manusia yang menjadi pelaku utamanya.
Penggunaan pestisida tanpa mengikuti aturan yang diberikan membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, serta juga dapat merusak ekosistem. Dengan adanya pestisida ini, produksi pertanian meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik. Karena pestisida tersebut racun yang dapat saja membunuh organisme berguna bahkan nyawa pengguna juga bisa terancam bila penggunaannya tidak sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Cara penggunaan pestisida yang tepat merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan pengendalian hama. Walaupun jenis obatnya manjur, namun karena penggunaannya tidak benar, maka menyebabkan sia-sianya penyemprotan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida, di antaranya adalah keadaan angin, suhu udara, kelembapan dan curah hujan. Angin yang tenang dan stabil akan mengurangi pelayangan partikel pestisida di udara. Apabila suhu di bagian bawah lebih panas, pestisida akan naik bergerak ke atas. Demikian pula kelembapan yang tinggi akan mempermudah terjadinya hidrolisis partikel pestisida yang menyebabkan kurangnya daya racun. Sedang curah hujan dapat menyebabkan pencucian pestisida, selanjutnya daya kerja pestisida berkurang.
Saya bisa menarik kesimpulan bahwa pestisida merupakan sesuatu yang sangat diperlukan didalam kehidupan manusia. Namun pestisida tidak hanya memiliki mamfaat dan keuntungan, dibalik semua itu ternyata pestisida jauh lebih berbahaya dan sangat merugikan masyarakat. Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama dan dapat digunakan untuk mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman. Pencemaran pestisida terjadi karena penggunaan pestisida yangberlebihan serta residu pestisida yang tidak dapat didegradasi tanah menyebabkan senyawa kimia penyusun pestisida terakumulasi dalam tanah dan menyebabkan perrubahan ekosistem. Dampak akibat penggunaan pestisida adalah menyebabkan pencemaran air tanah dan air permukaan, matinya fitoplankton dan ikan di perairan,ledakan pertumbuhan pertumbuhan tanaman air (eutrofikasi berlebihan) dan menimbulkan masalah kesehatan pada manusia. Penaggulanggan pencemaran pestisida pada air tanah yaitu dengan melakukan remediasi pada tanah pertanian serta teknik pump and trea untuk air tanah. Pencegahan pencemaran pestisida dapat dilakukandengan beralih ke pertanian organik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar